Trending

Kunjungan Wisman Naik 2,95%, Devisa Pariwisata Berpeluang Menguat

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 8 September 2026 - 12.14

Kunjungan Wisman Naik 2,95%, Devisa Pariwisata Berpeluang Menguat

Source: Newsmaker.id

Newsmaker – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia kembali meningkat pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 1,53 juta kunjungan wisman sepanjang bulan tersebut, meningkat 9,99% dibandingkan Juni dan naik 2,95% dibandingkan Juli 2025.

Secara kumulatif, kunjungan wisman sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 8,98 juta kunjungan atau tumbuh 5,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi untuk periode tujuh bulan pertama sejak 2020, menunjukkan pemulihan sektor pariwisata Indonesia masih berlanjut.

Wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan pada Juli dengan kontribusi sekitar 15% dari total wisman. Australia berada di posisi berikutnya dengan 12,34%, disusul China sebesar 10,28%. Secara tahunan, kunjungan wisatawan dari Malaysia meningkat 7,83%, Australia 8,67%, dan China 8,45%.

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali tetap menjadi pintu udara terbesar bagi kedatangan wisatawan asing dengan sekitar 697.800 kunjungan pada Juli, diikuti Bandara Soekarno-Hatta dengan sekitar 307.051 kunjungan. Aktivitas pariwisata yang meningkat juga terlihat dari Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang yang mencapai 54,54%, naik 1,75 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dampak Makroekonomi

Peningkatan kunjungan wisman menjadi sinyal positif bagi ekonomi Indonesia karena mendorong aktivitas pada sektor hotel, restoran, transportasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif. Belanja wisatawan asing juga berpotensi meningkatkan penerimaan devisa dan memperkuat ekspor jasa, sehingga memberikan tambahan dukungan terhadap neraca transaksi berjalan dan stabilitas rupiah.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, kenaikan aktivitas pariwisata dapat meningkatkan konsumsi sektor jasa sekaligus menciptakan permintaan tenaga kerja di daerah tujuan wisata. Jika tren kenaikan wisman berlanjut hingga akhir tahun, pariwisata berpotensi menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Analisa Newsmaker: lonjakan hampir 10% secara bulanan menunjukkan momentum pariwisata Indonesia masih cukup kuat memasuki semester II-2026. Namun, kualitas pertumbuhan tetap penting diperhatikan. Bukan hanya jumlah wisatawan yang menentukan dampaknya terhadap ekonomi, tetapi juga lama tinggal dan besarnya pengeluaran mereka selama berada di Indonesia.(CP)

Bagikan: