Rupiah Tertekan, Kepercayaan Konsumen Melemah
AdminNM-Newsmaker.id
Senin, 10 Agustus 2026 - 13.42

Source: Newsmaker.id
Rupiah Indonesia kembali tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan Senin. USD/IDR bergerak di sekitar 17.860 setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 0,5%. Tekanan muncul setelah data keyakinan konsumen Indonesia kembali melemah pada Juli.
Indeks Keyakinan Konsumen turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni. Ini menjadi penurunan selama tiga bulan berturut-turut sekaligus level terendah sejak September 2025. Meski demikian, Bank Indonesia menilai kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan masih relatif stabil.
Tekanan terhadap rupiah juga datang dari penguatan dolar AS. Permintaan terhadap dolar meningkat sebagai aset aman karena ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih tinggi, terutama terkait negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz.
Iran menyatakan pembicaraan dengan Oman mengenai jalur pelayaran aman sudah mendekati kesepakatan. Namun, Teheran menegaskan bahwa kesepakatan tidak otomatis membuat Hormuz langsung dibuka sepenuhnya. Risiko keamanan juga masih tinggi setelah Houthi mengklaim menyerang kilang Jazan Saudi dan sebuah tanker ADNOC kembali menjadi target.
Pasar domestik juga mulai memperhatikan pergantian kepemimpinan Bank Indonesia. Pemerintah disebut sedang mempersiapkan kandidat pengganti Perry Warjiyo, dengan Destry Damayanti dipandang sebagai salah satu kandidat yang dapat menjaga kesinambungan kebijakan moneter.
Analisis Newsmaker: Rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan selama dolar mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik dan sentimen konsumen domestik melemah. Namun, stabilitas kebijakan BI dan berkurangnya ketegangan Hormuz dapat membantu rupiah kembali menguat. Area 17.800–17.900 masih menjadi zona penting yang perlu diperhatikan pasar.