Dana Rp5.310 Triliun Disiapkan Untuk Iran Setelah Damai dengan AS
AdminNM-Newsmaker.id
Rabu, 17 Juni 2026 - 09.17

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Dana swasta senilai US$300 miliar atau sekitar Rp5.310 triliun disiapkan untuk investasi ke Iran. Skema pendanaan ini menjadi bagian dari kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang, dengan tujuan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak setelah konflik mereda.
Lebih dari separuh target dana tersebut disebut telah siap dikucurkan oleh investor. Dana itu dirancang sebagai insentif ekonomi agar Washington dan Teheran dapat merampungkan kesepakatan damai. Kesepakatan resmi direncanakan ditandatangani pada Jumat mendatang, setelah kedua negara sebelumnya mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari.
Kesepakatan tersebut juga mencakup penghentian blokade AS terhadap Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur ini menjadi sangat penting karena merupakan rute vital bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Jika Selat Hormuz kembali dibuka, tekanan terhadap rantai pasok energi global berpotensi mereda.
Dana yang akan diberi nama Reconstruction and Development Fund itu merupakan skema investasi berbasis swasta. Pendanaan tersebut bukan berbentuk bantuan rekonstruksi maupun kompensasi perang, serta tidak menggunakan uang pemerintah atau hibah. Sumber dana berasal dari perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika.
Investasi yang telah dijanjikan mencakup sejumlah sektor strategis, seperti energi, logistik, manufaktur, dan transportasi. Pembentukan dana investasi bersama ini muncul setelah Iran sebelumnya meminta kompensasi perang sebesar US$400 miliar kepada AS, tetapi Washington menolak pembayaran tersebut. Sebagai alternatif, negara-negara kawasan akan berkontribusi melalui jaminan pinjaman, pembukaan jalur kredit, hingga pendanaan langsung untuk pembangunan kembali fasilitas yang rusak akibat perang.
Sejumlah proyek yang masuk dalam daftar rekonstruksi antara lain kompleks baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara, dan berbagai infrastruktur lain yang terdampak konflik. Iran sendiri memiliki potensi ekonomi besar karena mempunyai cadangan gas alam terbesar kedua di dunia, cadangan minyak terbesar keempat, serta populasi lebih dari 92 juta jiwa. Namun, akses investasi asing langsung ke negara tersebut selama puluhan tahun masih terbatas akibat sanksi internasional. Meski begitu, detail pengelolaan dana, pihak pengelola, serta mekanisme pencairannya masih dibahas lebih lanjut.