Trending

Selat Hormuz Kembali Memanas! Ini Penyebab Minyak Melompat

AdminNM-Newsmaker.id

Kamis, 28 Mei 2026 - 08.07

Selat Hormuz Kembali Memanas! Ini Penyebab Minyak Melompat

Source: Newsmaker.id

Harga minyak dunia kembali naik tajam setelah aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di perairan Selat Hormuz, Kamis (28/5/2026). Perdagangan awal Asia mencatat harga minyak mentah AS naik hampir 2% ke level US$ 95.93 per barel, meski sebelumnya sempat turun 5% akibat harapan kesepakatan pemulihan pelayaran. Lonjakan ini menegaskan sensitivitas pasar energi terhadap konflik geopolitik di Teluk Persia.

Presiden AS Donald Trump menolak klaim pemerintah Iran terkait rancangan kesepakatan pemulihan pelayaran di Selat Hormuz yang melibatkan Iran dan Oman. Trump menegaskan bahwa tidak akan ada satu negara pun yang mengendalikan jalur perairan strategis tersebut. Ia bahkan menyatakan kemungkinan intervensi militer jika diperlukan. “Itu perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Trump.

Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, militer AS melakukan serangan terukur terhadap operasi drone Iran yang dianggap mengancam pasukan AS dan pelayaran komersial di Selat Hormuz. Empat pesawat nirawak Iran ditembak jatuh, sementara stasiun kendali darat di Bandar Abbas yang hendak meluncurkan drone kelima juga diserang. Pejabat AS menegaskan aksi ini defensif dan untuk mempertahankan gencatan senjata.

Iran memberikan versi berbeda mengenai insiden ini. Kantor berita Tasnim melaporkan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menembak ke arah kapal tanker AS yang mencoba melintasi selat hingga kapal itu berbalik arah. Iran menyatakan serangan AS hanya mengenai area terbuka di sekitar Bandar Abbas, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan.

Konflik ini mendorong harga minyak kembali fluktuatif, dengan investor memperhitungkan risiko gangguan pasokan dari Selat Hormuz. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi global, sementara pasar energi dan komoditas tetap waspada terhadap perkembangan negosiasi damai yang belum pasti.

Para analis memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat menekan pasokan minyak mentah global dan meningkatkan volatilitas harga energi. Pelaku pasar kini memantau dengan cermat kombinasi tindakan militer dan negosiasi diplomatik, yang akan menentukan arah harga minyak dalam beberapa hari ke depan. 

Bagikan: