Trending

BI Tahan Suku Bunga, IHSG Berbalik Menguat ke Zona Hijau

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 22 Juli 2026 - 15.35

BI Tahan Suku Bunga, IHSG Berbalik Menguat ke Zona Hijau

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berbalik menguat pada perdagangan Rabu (22/7/2026) setelah sebelumnya bergerak di zona merah. Hingga pukul 14.59 WIB, IHSG naik sekitar 0,1% ke level 6.346, setelah sempat turun ke posisi 6.315,55 akibat tekanan jual dan aksi ambil untung investor.

Koreksi pada awal perdagangan terjadi setelah IHSG mencatatkan penguatan selama sembilan hari berturut-turut dengan akumulasi kenaikan hampir 8%. Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup melesat 1,74% ke level 6.340,02, sedangkan investor asing membukukan pembelian bersih terbatas sebesar Rp30,76 miliar.

IHSG kemudian berbalik ke zona hijau setelah Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Keputusan tersebut berada di luar perkiraan mayoritas ekonom yang sebelumnya memproyeksikan kenaikan sebesar 25 basis poin. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility di level 6,50%.

Walaupun IHSG menguat, tekanan jual masih terlihat dengan jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Kondisi ini menunjukkan kenaikan indeks masih sangat dipengaruhi saham berkapitalisasi besar, sementara pelaku pasar tetap mencermati stabilitas rupiah, harga minyak, arus modal asing, serta prospek peninjauan status pasar Indonesia oleh MSCI pada November mendatang.

Dampak terhadap Market :

IHSG: Keputusan BI menahan suku bunga memberikan sentimen positif karena mengurangi kekhawatiran kenaikan biaya pinjaman. Namun, setelah reli sembilan hari, risiko aksi ambil untung masih cukup besar.

Saham perbankan: Suku bunga yang tidak kembali dinaikkan dapat mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan kredit. Meski demikian, pergerakan saham bank tetap bergantung pada stabilitas rupiah, kualitas kredit, dan masuknya dana asing.

Rupiah: Rupiah sempat menguat terbatas setelah keputusan BI, tetapi masih menghadapi tekanan dari tingginya harga minyak dan ketidakpastian global. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih cukup rentan terhadap lonjakan biaya energi.

Investor asing: Valuasi saham Indonesia yang telah terkoreksi tajam mulai menarik perhatian investor global. Namun, arus dana asing kemungkinan masih selektif dan berfokus pada saham perbankan, komoditas, serta perusahaan dengan fundamental dan arus kas yang kuat.

Kesimpulan: Sentimen jangka pendek IHSG masih cenderung positif setelah BI mempertahankan suku bunga. Namun, penguatan lanjutan perlu didukung stabilitas rupiah dan pembelian yang lebih merata agar indeks tidak hanya bergantung pada beberapa saham berkapitalisasi besar.(CP)

Bagikan: