Trending

Rupiah Menguat Tipis, Tekanan Harga Minyak Masih Membayangi

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 21 Juli 2026 - 15.45

Rupiah Menguat Tipis, Tekanan Harga Minyak Masih Membayangi

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Rupiah dibuka naik sekitar 0,03% ke posisi Rp17.937 per dolar AS, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah di level Rp17.948 per dolar AS.

Penguatan rupiah juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR Bank Indonesia. JISDOR hari ini berada di level Rp17.909 per dolar AS, lebih kuat dibandingkan posisi Senin sebesar Rp17.976 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah mulai mereda, meskipun penguatannya belum sepenuhnya stabil.

Ruang penguatan rupiah masih dibatasi oleh konflik Amerika Serikat dan Iran serta kekhawatiran terhadap keamanan jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Harga minyak Brent yang berada di atas US$90 per barel berpotensi meningkatkan biaya impor energi, memperlebar transaksi berjalan, dan menambah tekanan inflasi bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak.

Selain harga minyak, pasar juga mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta arus modal asing di pasar domestik. Selama rupiah bertahan di bawah Rp18.000 per dolar AS, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Namun, kenaikan harga minyak atau memburuknya konflik geopolitik dapat kembali membawa rupiah mendekati Rp17.990 hingga area psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Dampak terhadap Pasar :

Pasar saham: Penguatan rupiah dapat memberikan sentimen positif bagi IHSG, terutama saham perbankan, properti, dan perusahaan yang memiliki kebutuhan impor besar.

Inflasi: Rupiah yang lebih kuat membantu menekan biaya impor bahan baku dan energi. Namun, manfaat tersebut dapat tertahan apabila harga minyak dunia tetap tinggi.

Emiten eksportir: Perusahaan eksportir berpotensi menerima lebih sedikit rupiah ketika pendapatan dolar dikonversikan. Sebaliknya, perusahaan dengan utang dolar atau bahan baku impor dapat memperoleh keuntungan.

Kesimpulan: Sentimen rupiah hari ini positif terbatas. Penguatan masih berpeluang berlanjut, tetapi konflik Timur Tengah, harga minyak, dan kekuatan dolar AS tetap menjadi risiko utama.(CP)

Bagikan: