Perikanan Air Tawar Perkuat Ketahanan Pangan
AdminNM-Newsmaker.id
Jumat, 17 Juli 2026 - 14.52

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Sektor perikanan budidaya air tawar Indonesia terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan. Komoditas seperti ikan lele, nila, patin, ikan mas, dan gurami masih menjadi produk utama karena memiliki pasar domestik yang luas serta relatif mudah dibudidayakan. Data Badan Pusat Statistik juga menempatkan lele, nila, dan patin sebagai bagian dari komoditas utama produksi perikanan budidaya nasional.
Pada 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali mendorong pengembangan ikan lele dan nila melalui Program Budi Daya Ikan Tematik. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi di tingkat desa dan kelurahan sekaligus memperkuat ketersediaan pangan serta membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.
Pemanfaatan teknologi seperti sistem bioflok menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air. Teknologi ini memungkinkan lele dan nila dibudidayakan dengan kepadatan lebih tinggi, tetapi tetap membutuhkan pengelolaan pakan, aerasi, kualitas air, dan kepadatan ikan yang tepat agar risiko penyakit serta kematian dapat ditekan.
Meski prospeknya masih besar, pembudidaya menghadapi tantangan musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang di banyak wilayah Indonesia pada 2026. Berkurangnya pasokan air dapat meningkatkan suhu kolam, menurunkan kadar oksigen, dan memperburuk kualitas air sehingga petambak perlu menyiapkan tandon, aerator, serta pengaturan kepadatan ikan.
Dampak terhadap Pasar :
Produksi yang terjaga dapat membantu menstabilkan pasokan dan harga ikan lele, nila, patin, serta ikan mas di pasar. Hal ini juga mendukung usaha rumah makan, pengolahan ikan, pedagang pasar, dan industri pangan berbasis ikan air tawar.
Sebaliknya, kekurangan air, kenaikan biaya pakan, atau meningkatnya kematian ikan dapat menekan hasil panen dan pendapatan pembudidaya. Apabila kondisi tersebut terjadi secara luas, pasokan ikan berpotensi berkurang sehingga harga di tingkat konsumen dapat meningkat.(CP)