Danantara Bidik Investasi US$30 Miliar, Indonesia Incar Rp270 Triliun
AdminNM-Newsmaker.id
Kamis, 22 Oktober 2026 - 14.24

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membidik investasi hingga US$30 miliar atau sekitar Rp540 triliun untuk masuk ke kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara. Dari total target tersebut, sekitar 40%-50% atau hingga Rp270 triliun diharapkan mengalir ke Indonesia. Upaya tersebut akan didorong melalui penyelenggaraan New Asia Forum (NAF) di Bali pada 3-4 Desember 2026.
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Mansury mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menarik porsi besar dari target investasi tersebut. Optimisme tersebut didukung oleh posisi Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di kawasan serta kebutuhan pendanaan untuk berbagai proyek jangka panjang. Melalui forum tersebut, investor global akan dipertemukan secara langsung dengan pemilik proyek yang membutuhkan pendanaan.
Danantara melihat adanya ketimpangan antara kontribusi ekonomi Asia terhadap pertumbuhan global dengan porsi modal yang masuk ke kawasan tersebut. Asia disebut menyumbang sekitar 60% pertumbuhan ekonomi dunia, tetapi hanya menerima kurang dari 30% total modal global. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih besarnya ruang bagi negara-negara Asia untuk meningkatkan arus investasi sekaligus memperkuat peran kawasan sebagai tujuan modal global.
Investasi yang dibidik melalui NAF terutama diarahkan pada pendanaan jangka panjang. Forum tersebut akan mempertemukan investor institusi, perusahaan investasi swasta, pengelola family office, pemerintah, hingga pelaku usaha yang memiliki proyek potensial. Selain perusahaan BUMN, perusahaan swasta juga akan diberikan ruang untuk menawarkan proyek kepada calon investor dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta kamar dagang dari berbagai negara Asia Tenggara.
NAF ditargetkan menghadirkan lebih dari 1.500 peserta dan sekitar 200 pembicara dari berbagai negara, sekaligus menyediakan sesi pertemuan bisnis dan presentasi proyek. Bagi Indonesia, keberhasilan menarik 40%-50% dari target US$30 miliar dapat memberikan tambahan modal yang cukup besar untuk mendukung ekspansi bisnis dan pembangunan. Jika terealisasi, arus investasi tersebut juga berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek Indonesia di tengah persaingan mendapatkan modal global.