Trending

Rupiah Kembali Tertekan, Dolar Kuat dan Inflasi Jadi Ancaman

AdminNM-Newsmaker.id

Senin, 5 Oktober 2026 - 13.34

Rupiah Kembali Tertekan, Dolar Kuat dan Inflasi Jadi Ancaman

Source: Newsmaker.id

Rupiah kembali melemah pada perdagangan Senin (5/10) dan bergerak mendekati Rp17.950 per dolar AS, setelah pada sesi sebelumnya sempat menguat ke sekitar Rp17.850. Tekanan muncul ketika indeks dolar AS bertahan dekat level tertinggi dalam 18 bulan, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat mulai menurun.

Data tenaga kerja AS yang lemah sebelumnya membuat pasar memangkas peluang kenaikan suku bunga The Fed, namun kondisi tersebut belum cukup untuk melemahkan dolar secara signifikan. Permintaan terhadap Greenback masih kuat di tengah tingginya yield obligasi dan ketidakpastian global.

Dari domestik, investor bersikap hati-hati menjelang sejumlah data penting, termasuk cadangan devisa September dan penjualan ritel Agustus. Posisi eksternal Indonesia juga masih menghadapi tekanan meskipun neraca perdagangan Agustus mencatat surplus, terutama akibat tingginya impor dan biaya energi.

Ketidakpastian Timur Tengah turut menjadi faktor risiko bagi rupiah. Harga energi yang tinggi dapat meningkatkan beban impor Indonesia sekaligus memperbesar tekanan inflasi domestik, sehingga berpotensi menekan neraca berjalan dan permintaan terhadap rupiah.

Di sisi lain, kondisi fiskal masih memberikan dukungan setelah defisit anggaran tetap terkendali hingga Agustus. Namun, inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,28% pada September, tertinggi dalam tiga bulan, sehingga pasar mulai mencermati kemungkinan respons kebijakan Bank Indonesia.

Rupiah masih menghadapi tekanan dari kombinasi dolar AS yang kuat, kenaikan biaya energi, dan risiko inflasi domestik. Jika tekanan harga dan pelemahan rupiah berlanjut, ekspektasi kebijakan Bank Indonesia yang lebih ketat dapat meningkat. Fokus pasar berikutnya tertuju pada cadangan devisa, penjualan ritel, serta arah dolar dan yield AS sebagai penentu pergerakan rupiah.

Bagikan: