Rupiah Melemah, Dolar Menguat
AdminNM-Newsmaker.id
Senin, 20 Juli 2026 - 11.08

Source: Newsmaker.id
Nilai tukar rupiah melemah ke sekitar Rp17.960 per dolar AS pada perdagangan Senin (20/7). Pelemahan ini menghentikan penguatan rupiah selama empat hari berturut-turut, setelah dolar AS kembali mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Penguatan dolar terjadi karena konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak naik. Kenaikan minyak membuat pasar kembali khawatir inflasi Amerika Serikat akan sulit turun, sehingga suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama.
Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak juga menambah kekhawatiran terhadap beban fiskal Indonesia. Laporan kekurangan pasokan BBM di Sumatra ikut memperkuat sentimen negatif, meski realisasi anggaran pada semester pertama 2026 masih berjalan sesuai jalur.
Namun, pelemahan rupiah tertahan oleh langkah pemerintah dalam menjaga inflasi. Pemerintah terus melakukan stabilisasi harga pangan, terutama setelah inflasi Juni mendekati batas atas target Bank Indonesia di kisaran 1,5% hingga 3,5%.
Sentimen positif juga datang dari investasi. Arus investasi asing langsung atau FDI mencatat kenaikan paling tajam sejak akhir 2024 pada kuartal II, menunjukkan Indonesia masih mampu menarik modal jangka panjang di tengah ketidakpastian global.
Dampaknya ke market, kenaikan harga minyak berpotensi menambah tekanan inflasi dan beban fiskal Indonesia. Emas bisa mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik, tetapi tetap dibayangi ekspektasi suku bunga tinggi. Sementara itu, dolar AS berpeluang tetap kuat jika pasar terus mencari aset aman dan menilai The Fed belum akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.