BEI Keluarkan Saham HSC dari IHSG Mulai 2 November
AdminNM-Newsmaker.id
Kamis, 22 Oktober 2026 - 15.07

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai 2 November 2026. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian kriteria evaluasi IHSG yang dilakukan BEI untuk memperbarui mekanisme seleksi saham yang dapat menjadi konstituen indeks.
Dalam aturan terbaru, BEI memperluas kriteria saham yang dikecualikan dari IHSG. Jika sebelumnya saham yang berada di Papan Akselerasi menjadi pengecualian, kini saham dengan kategori HSC juga tidak lagi masuk dalam kriteria seleksi IHSG. Perubahan ini membuat komposisi saham yang dapat dihitung dalam IHSG menjadi lebih selektif, terutama dengan mempertimbangkan tingkat konsentrasi kepemilikan saham.
Meski kriteria seleksi mengalami perubahan, BEI tetap mempertahankan metode penghitungan IHSG menggunakan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float dan dibatasi pada bobot maksimal 9%. Metode tersebut tetap menggunakan pendekatan Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted, sehingga besarnya saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan bobot saham di dalam indeks.
BEI juga mengubah jadwal evaluasi indeks. Sebelumnya, evaluasi dilakukan pada Maret, Juni, September, dan Desember, sedangkan dalam ketentuan baru evaluasi dilakukan pada Januari, April, Juli, dan Oktober. Tanggal efektif perubahan juga bergeser menjadi Februari, Mei, Agustus, dan November. Selain itu, saham yang masuk atau keluar dari kategori HSC di luar periode evaluasi reguler akan langsung disesuaikan dalam IHSG melalui evaluasi insidental.
Perubahan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 2 November 2026. Dengan adanya aturan baru ini, investor perlu memperhatikan perubahan komposisi IHSG dan potensi perubahan bobot saham yang terjadi setelah evaluasi. Penyesuaian tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi dinamika perdagangan saham yang menjadi bagian dari indeks, terutama ketika terjadi perubahan kepemilikan atau struktur free float pada emiten tertentu.