Trending

IHSG Dibuka Menguat, Level 5.500 Mengintai?

AdminNM-Newsmaker.id

Senin, 26 Oktober 2026 - 15.53

IHSG Dibuka Menguat, Level 5.500 Mengintai?

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (26/10/2026) dengan penguatan tipis ke level 5.442, dibandingkan penutupan Jumat sebelumnya di posisi 5.439,26. Pembukaan positif ini melanjutkan momentum pemulihan pasar saham Indonesia setelah indeks mencatat kenaikan mingguan sebesar 4,90%. Meski demikian, investor masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian pasar global dan perkembangan kebijakan ekonomi menjelang akhir Oktober.

Penguatan IHSG menjadi sinyal positif setelah pasar saham domestik sempat mengalami tekanan tajam akibat kekhawatiran terhadap status Indonesia dalam indeks MSCI. Perhatian investor masih tertuju pada langkah Bursa Efek Indonesia dalam meningkatkan transparansi kepemilikan saham, termasuk kebijakan mengeluarkan saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November mendatang.

Dari sisi teknikal, IHSG berpeluang menguji area 5.500 hingga 5.600 apabila momentum pembelian tetap terjaga. Kemampuan indeks bertahan di atas level 5.400 menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga prospek pemulihan. Namun, aksi ambil untung masih berpotensi terjadi setelah indeks mencatat penguatan cukup besar sepanjang pekan sebelumnya.

Sementara itu, sentimen global masih dibayangi lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah. Minyak Brent yang bergerak di sekitar US$115 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan biaya energi. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah dan memengaruhi ekspektasi suku bunga global menjelang pertemuan Federal Reserve pada 27–28 Oktober.

Ke depan, arah IHSG akan bergantung pada arus dana asing, stabilitas rupiah, serta perkembangan sentimen pasar global. Jika minat beli investor terus meningkat, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis 5.500. Sebaliknya, tekanan eksternal dan ketidakpastian MSCI masih berpotensi menghambat pemulihan. Kini perhatian pasar tertuju pada apakah penguatan tipis di awal perdagangan mampu menjadi awal kenaikan lebih besar atau justru kembali tertahan oleh tekanan jual.

Bagikan: