Rupiah Menguat, Tapi Hormuz Ancam Balik Tekan
AdminNM-Newsmaker.id
Rabu, 15 Juli 2026 - 22.36

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. Rupiah terapresiasi 23 poin ke level Rp18.068 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp18.091 per dolar AS.
Meski menguat, pergerakan rupiah masih dibayangi risiko global, terutama konflik Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah di rentang Rp18.060 hingga Rp18.110 per dolar AS.
Sentimen negatif utama datang dari eskalasi geopolitik yang belum mereda. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap seluruh pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Tekanan semakin besar setelah Iran menyatakan kembali menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak global. Kondisi ini memperburuk prospek gencatan senjata yang sebelumnya dicapai pada Juni. Meningkatnya ketegangan membuat pasar meragukan kemampuan nota kesepahaman bulan lalu untuk menghasilkan penghentian perang secara permanen.
Dari dalam negeri, sentimen fiskal juga menjadi perhatian pasar. Ibrahim menjelaskan kebutuhan penarikan utang baru secara bruto tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1.768 triliun, sementara pemerintah harus membayar pokok utang sekitar Rp900 triliun. Dengan tambahan pembiayaan utang neto sebesar Rp868 triliun serta dampak pelemahan rupiah yang diperkirakan menambah nilai utang sekitar Rp100 triliun, posisi utang pemerintah pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp10.600 triliun.