Rupiah Berpeluang Menguat, Dolar AS Kehilangan Tenaga
AdminNM-Newsmaker.id
Kamis, 16 Juli 2026 - 08.51

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Nilai tukar rupiah berpeluang bergerak menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup menguat 23 poin atau sekitar 0,13% ke posisi Rp18.068 per dolar AS.
Sentimen positif bagi rupiah berasal dari pelemahan dolar AS setelah data inflasi produsen Amerika Serikat tercatat lebih rendah dari perkiraan. Perlambatan inflasi tersebut mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve perlu segera menaikkan suku bunga, sehingga permintaan terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut menurun.
Pernyataan Presiden The Fed New York John Williams turut mendukung sentimen tersebut. Williams menilai inflasi AS yang berada di sekitar 4% kemungkinan telah mencapai puncaknya dan dapat turun secara bertahap, meskipun tingkat inflasi masih lebih tinggi dibandingkan target The Fed sebesar 2%.
Namun, ruang penguatan rupiah masih dapat dibatasi oleh kenaikan harga minyak, konflik di Timur Tengah, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dalam negeri. Pemerintah memperkirakan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau sekitar 2,85% terhadap produk domestik bruto, meskipun masih berada di bawah batas maksimal 3%.
Dampak terhadap Market :
Rupiah: Berpeluang menguat terbatas karena dolar AS sedang tertekan oleh data inflasi yang lebih lunak. Namun, penguatan dapat tertahan oleh mahalnya harga minyak dan kekhawatiran fiskal Indonesia.
Dolar AS: Cenderung melemah apabila pasar semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
IHSG: Penguatan rupiah dapat menjadi sentimen positif bagi saham, terutama sektor yang memiliki beban impor atau utang dalam dolar AS. Namun, saham energi dan transportasi tetap sensitif terhadap kenaikan harga minyak.
Kesimpulan: Sentimen pagi ini cenderung positif terbatas bagi rupiah. Pelemahan dolar AS memberikan dukungan, tetapi risiko geopolitik, harga minyak, dan defisit APBN masih berpotensi menjaga rupiah bergerak volatil.(CP)