Rupiah Ditutup Tembus Rp18.135, Terlemah Sejak Awal Juni
AdminNM-Newsmaker.id
Senin, 26 Oktober 2026 - 15.44

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin (26/10). Rupiah di pasar spot ditutup di level Rp18.135 per dolar AS, melemah 0,3% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.080 per dolar AS. Posisi tersebut menjadi level terendah rupiah sejak awal Juni 2026, menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda kembali meningkat.
Pelemahan rupiah juga terjadi di tengah kondisi pasar Asia yang mayoritas bergerak negatif terhadap dolar AS. Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,54%, diikuti rupee India dan yen Jepang yang sama-sama melemah 0,16%. Dolar Singapura turun 0,09%, dolar Hong Kong melemah 0,03%, sementara won Korea Selatan dan ringgit Malaysia juga berada di zona negatif.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang kawasan masih cukup luas, meskipun tidak seluruh mata uang Asia melemah. Dolar Taiwan justru menguat 0,04%, sedangkan yuan China naik tipis 0,02%. Kondisi ini menggambarkan bahwa sentimen terhadap mata uang Asia masih terfragmentasi, dengan investor tetap mencermati arah dolar AS dan perkembangan risiko global.
Bagi rupiah, pelemahan hingga Rp18.135 menjadi perhatian karena semakin mendekati level psikologis Rp18.200 per dolar AS. Jika tekanan berlanjut, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor, terutama untuk komoditas dan bahan baku yang transaksi perdagangannya menggunakan dolar AS. Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi apabila pelemahan nilai tukar berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
Ke depan, arah rupiah akan sangat bergantung pada kekuatan dolar AS, sentimen pasar global, arus modal asing, serta respons kebijakan otoritas domestik. Jika tekanan terhadap dolar AS meningkat dan sentimen global membaik, rupiah berpeluang mendapatkan ruang pemulihan. Sebaliknya, jika aksi risk-off kembali menguat dan permintaan terhadap dolar meningkat, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan. Level Rp18.000 kini menjadi area psikologis penting untuk melihat apakah rupiah mampu melakukan rebound atau justru melanjutkan tekanan. (srh)